Jumat, 03 Mei 2013
BeritaUnik.net | Official Mars – Setiap orang pasti punya sejarah
dalam kehidupan asmaranya, begitu juga dengan kekasih Anda. Sebelum
menjalin cinta dengan Anda, mungkin si dia pernah mempunyai seseorang
yang pernah disayanginya.
Masa lalu memang tinggal masa lalu dan hubungan antara pasangan Anda
dengan mantan nya pun telah berakhir. Namun bagaimana jika mantan
kekasih ini masih membayangi kehidupan cinta Anda dan pasangan?
Dikutip dari Sofeminine, berikut ini cara menghadapi mantan kekasih sang pacar:
Mantan Dekat dengan Teman-Teman Kekasih
Si Dia dan mantan kekasihnya pernah menjalin hubungan spesial, hal itu
tidak bisa diubah. Selain pernah berpacaran, sang mantan pun kenal
dengan teman-teman kekasih Anda dan masih menjalin hubungan baik.
Sehingga seringkali dia pun muncul saat Anda dan pasangan berkumpul
bersama temannya. Hal yang bisa Anda lakukan adalah bersikap yang wajar.
Jangan menunjukkan ketidaksukaan ataupun mencoba akrab dengannya.
Boleh saja saling bertegur sapa, tapi cukup sampai di situ. Jika ada
tanda-tanda sang mantan mencoba mendekati kekasih Anda, tunjukkan bahwa
kini sudah ada orang lain di sampingnya. Bisa dengan merangkul atau
menggandeng kekasih Anda dengan tatapan tulus, namun usahakan jangan
terlihat berlebihan.
Mantan Masih Mencintai Si Dia
Sang mantan terlihat masih belum rela hubungannya dengan kekasih Anda
sudah berakhir. Dia pun selalu mencari-cari alasan untuk menelepon,
mengirim pesan teks atau memaksa kekasih Anda untuk bertemu. Terlebih
lagi, sang kekasih pun terkesan baik-baik saja dan tidak merasa
terganggu dengan kelakuan mantannya. Jangan terpancing emosi, jangan
juga langsung marah atau melabrak sang mantan.
Coba bicarakan baik-baik dengan pasangan dan utarakan bahwa Anda
tidak suka dengan keadaan ini. Tanyakan padanya apakah masih ada
perasaan khusus terhadap sang mantan. Jika perlu, hubungi sang mantan
dan beritahukan secara baik dan sopan agar dia tidak terlalu sering
menghubungi kekasih Anda lagi.
Mantan Berteman Dekat dengan Si Dia
Banyak pasangan kekasih yang justru berteman baik setelah putus. Hal ini
mungkin membuat Anda cemburu dan cemas, kalau-kalau timbul perasaan
cinta lagi di antara mereka berdua. Daripada selalu dibayangi rasa
khawatir, buang jauh-jauh pikiran itu. Toh pasangan sudah memilih Anda
sebagai orang yang paling spesial di hatinya. Biarkanlah mereka
berteman, namun tekankan pada pasangan sejauh mana batasan hubungan
pertemanan. Jika terlihat sudah melewati batas, ada baiknya Anda segera
mengingatkan kekasih.
Jumat, 03 Mei 2013 by trashwoyy · 0
Foto: wallpoper
Aku terduduk di sini. Di persimpangan jalan menjadi saksi kamu pergi. Sejak kamu pergi, dingin menyerang lagi. Namun kali ini bertemankan sepi.Aku menyaksikan punggungmu perlahan menjauh. Meninggalkan aku dengan hati berjuta gaduh. Entah akankah kamu kembali berlabuh. Tepat di mana hatimu pernah terjatuh.
Aku tak bisa menjadi cahaya. Dalam setiap langkahmu yang penuh lara. Hingga kamu akhirnya memilih dia. Tinggal aku berpeluh luka.
Aku hanya berangan. Menjadikanmu sejuta kenangan. Dalam hati yang penuh harapan. Lupakan aku? Jangan.
Kamu tak perlu meragu. Jika kelak kamu lupa aku. Aku masih di sini terbujur kaku. Obati luka satu persatu.
Racikan kata
by trashwoyy · 0
Sabtu, 13 April 2013
Sekali kamu melakukannya dan meskipun mungkin tidak ada seorangpun yang tahu, rasa bersalah akan selalu menghantui. Bahkan bisa jadi kamu akan menjadi benci pada dirimu sendiri karena tidak bisa menolak tekanan untuk melakukan hubungan sex. Perasaan seperti ini memang tidak mendominasi, tapi biasanya akan selalu muncul setiap waktu dan akan selalu menjadi bagian darimu.
Seperti kalau pernah mencoba sesuatu benda additif lainnya, maka ada saatnya rasa kepingin atau ketagihan akan datang. Akibatnya, pikiran akan dipenuhi dengan sex dan menggangu konsentrasi untuk hal lainnya.
Sex seharusnya sesuatu yang sakral dan menjadi sangat indah jika dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi jika dilakukan sebelum menikah, maka bisa jadi sex berubah menjadi sebagai suatu yang “kotor” dan terlarang. Cara pandang ini bisa terus tertanam di benak kamu, bahkan setelah kamu menikah nantinya. Sayang khan ?
Biasanya cewek merasakan ikatan yang sulit dilepas dengan cowok yang telah dia berikan virginitasnya. Ini tidak ada hubungan dengan ketakutan kalau-kalau tidak ada cowok lain yang akan menerima dia sesudah tidak virgin. Ini masalah psikologis. Padahal, cowok belum tentu merasakan hal yang sama.
Pasangan pra nikah yang telah melakukan hubungan sex biasanya akan selalu mempunyai hidden agenda. Kapan dan dimana akan melakukannya…. Tidak jarang karena jadwal rahasia ini mereka harus berbohong, kepada siapa saja. Bentuk-bentuk perhatian akan menjadi bias. Apakah bener-bener tulus atau karena cuma sex. Bahkan terkadang sedang berantem hebatpun akan langsung baikan cuma gara-gara sex, dan melupakan masalah sesungguhnya.
Karena sudah biasa melakukan hubungan sex pra nikah, maka bulan madu yang mestinya asyik dan romantis, bakal jadi seperti liburan biasa. Tidak akan pernah ada sesuatu yang berkesan untuk seumur hidupmu.
Hampir bisa dipastikan, teman-temannya akan tahu jika seorang cowok telah melakukan hubungan sex dengan pacarnya.
Sabtu, 13 April 2013 by trashwoyy · 0
Bu Guru: “Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?”
Bejo: “Saya Bu!”
Bu Guru: “Iya, apa pertanyaannya?”
Bejo: “Maukah Ibu jadi pacarku?”
Bu Guru: “Orang kayak kamu mau jadi pacar Ibu?” Huek! Ga pentes!
Bejo: “Trus orang ganteng kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”
Bu Guru: “Kamu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya cita-cita ga sih kamu?”
Bejo: “Punya dong Bu..”
Bu Guru: “Apa cita-citamu?”
Bejo: “Dulu cita-cita saya ingin jadi pilot, tapi semenjak masuk
sekolah dan ketemu Ibu, cita-cita saya berubah ingin membahagiakan Ibu.
.
Bu Guru: “Bejo..!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!”
Bejo: “Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..
Bu Guru: #*&^%$]/@
#Lemparsepatu
by trashwoyy · 0
Kamis, 28 Maret 2013
Wanita memberikan sex untuk mendapatkan cinta, pria memberikan cinta untuk mendapatkan sex. - Mumun Suketi
Wanita memberikan sex untuk mendapatkan cinta, pria memberikan cinta untuk mendapatkan sex. - Mumun Suketi
Edun : "Cewek Musik artinya apa ?"
Rico : "Mungil Tapi Asyik !"
Edun : "kalau Cewek Gitar ?"
Rico : "Gigitannya Bikin Gemetar."
Edun : "Cewek Biola ?"
Rico : "Bibir Olah Raga Tangan Merajalela."
Edun : "Cewek Suling ?"
Rico : "Suka Di pakai Pengganti Guling."
Edun : "Cewek Dram ?"
Rico : "Dramatis dan Kejam."
Edun : "Cewek Piano ?"
Rico : "Pikun Agak Norak."
Edun : "Cewek Terompet ?"
Rico : "Teraombang-ambing Karena Kepepet."
Edun : "Cewek Bas ?"
Rico : "Betah Aduh Sedot !"
Kamis, 28 Maret 2013 by trashwoyy · 1
Sabtu, 16 Maret 2013
dialah inspirasiku
disaat aku merasakan kelelahan itu sejenak, dihari-hariku yg penuh dg aktivitas ini dan itu. akupun secara spontan semangat. semangat bukan hanya karena ingin ketemunya, tapi semangat untuk lebih lagi ku menuntut ilmu...
dia adalah inspirasiku saat ini. dialah yang telah mengembalikan semangatku kembali. dan dialah yang telah mengingatkan akan aku dulu. walau mungkin, dia tidak mengetahui bahwa dialah inspirasiku. walau aku tau aku bukan siapa-siapa dia. tapi saat sekarang ini, dia telah menjadi inspirasiku, pengganti semangatku yang sempat hilang.
mengingat SMAku dulu. yang menjadi inspirasiku adalah orang-orang yang dulunya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. orang-orang yang mungkin orang bilang harapannya itu tidak mungkin iya gapai. tapi ia yakin, bahwa, tidak ada yang tidak mungkin asal dia mau berusaha dan berdoa. dan ternyata kini, orang yang sempat memperolok harapannya yang mustahil tercengang, 100 harapannya udah terpenuhi. salah satu nya bisa menancapkan bendere indonesia d puncak gunung tertinggi di jepang. orang ini, juga telah menjadi inspirasiku. dan saat itu, aku bertekad, orang itu bisa kenapa aku tidak bisa. aku pasti bisa. dan alhasil, ada beberapa impianku yang telah ku capai. bisa menguasai pelajaran eksakta ( matematika,fisika,kimia,biologi). dan satu nilaiku yang melonjak drastis. yaitu fisika. pelajaran yang mulanya sangat aku benci dan aku takuti ketika smp. dan akhirnya, ketika sma, malah fisika pelajaran yang aku gemari. dan banyak lagi pengharapan yang mulai tercapai saat SMA. (lihat d blogku yang pertama --> sejuta impian dariKu).
dan ada satu lagi yang menginspirasiku dan mengingatkan ttg aku. banyak teman yang bilang, saat diskusi aku tidak nyambung dan apa yang aku perbuat dan aku lakukan, semua itu tidak nyambung dan kadang tidak masuk akal dan apa yang aku lakukan tidak masuk akal. mereka hanya percaya ucapanku hanya pada pelajaran hitung2an aja. seperti matematika,kimia dan fisika. tapi tak apa. aku menerimanya. yang enjadi inspirasiku adalah, ketika aku nonton sebuah film tri idiot dan taree zamen par. taree zameen par, anak autis dimana orang bilang ia adalah anak yang terbodoh d kelas, orang yang slalu menganggap apa yang dia lakukan tidak masuk akal dan apa yang di bilang tidak masuk akal shg orang selalu menyalahkannya. dan kesalahan kecil yang ia perbuat itu besar. orang2 sekitarnya bilang, saya melarang kamu karena saya sayang dan karena saya peduli. padahal ia tidak tau, apakah tiap ia lakukan itu slalu benar. sedang sang anak autis lalu salah?. dan byk lagi. shg pada akhirnya, ada seorang guru yang benar2 mengerti dia, benar2 tahu gimana keadaan dia. dia yang sempat pesimis di bantu dg kekuatan motivasi seorang gurunya. dan akhirnya sang anak autis kata orang itu, mjd anak yg paling pintar d kelasnya. dan dia mjd percaya diri. menurut ku, wajar aja dia mjd autis, karena tiap perkataannya dan perbuatannya tidak d dengar baik2. shg dia menolak ungkapan yg slalu menyalahkannya. ia menolak bukan krn ini itu benar atau salah, tapi ia menolak krena keadaan udah berbuat demikian. itulah yang sempat aku rasakan., tiap aku lakukan dan aku katakan selalu salah dimata mereka, dsb. tapi film ini sangat menginspirasiku sekali.tri idiot, film ini juga hampir sama dg taree zameen par. tapi dalam keadaan berbeda. film ini berisi ttg seorang guru yg hanya memacu pada satu pendapat orang/buku. dan tidak bisa menghubungkan ke yang lain. dan tiap sang muris jenius itu bertanya yg melenceng dari itu, sang gru tidak bisa menjawabnya. sang guru malah langsung menyalahkannya. klw teman2 ingin tau kisahnya, silahkan nonton aja. yang jelas, film ini mengingatkan ketika aku memberi argument ke pada mereka (buat siapa saja), terkadang selalu menyangkal bahwa yang aku ucapkan gak nyambung.dll...
saat mulai kuliah, aku telah senang, karena cita-citaku menjadi DOKTER tercapai. ilmu kedokteran yang saat ini aku geluti, adalah langkah awal menuju cita-citaku. dan aku sangat bersyukur kepada ALLAH. walau, sebelum snmptn aku sempat bimbang. aku sempat ragu terhadap pilihanku. mau pilih FK UGM, FKU USU atau SF ITB dan FTTM ITB atau pun TEKNIK NUKLIR UGM. aku sempat ragu karena FK adalah cita-citaku dari kecil, FTTM dan SF ITB adalah minatku, dan Teknik nuklir adalah jurusan faforitku. tapi semua aku pilih, udah berdasarkan kemampuan, minat dan bakatku. banyak macam yang telah mempengaruhi pikiranku. salah satunya adalah saingan. di bimbel memang semuanya telah memenuhi kriteria kelulusan,kecuali FTTM ITB yang grade versi bimbelku 65%. sempat aku berniat d snmptn aku pilih FK saja atau SF ITB dan FK UGM. tapi, aku urungkan niat itu karena orang tuaku tidak mengizinkan aku ke luar pulau. dan saat konsultasipun, pihak bimbel juga menyetujui pilihan ku ini. setelah beberapa hari berpikir, aku memutuskan untu memilih FK USU dan FK UNSYIAH saja. dan saat aku kasih tau ke guru bimbelku, spontan guru bimbelku terkejut, kok gak milih ITB saja. lalu aku jawab, takut gak jebol nanti krena byk saingan yg pintar2. dan ternyata. saat snmptnpun sudah byk kendala. dimulai saat TPA dan KD, pengawas datang terlambat. dan waktu untuk ngerjain soal d samakan buat isi ABO. kesel aku karena waktu jadi terbuang. dan Kemampuan IPA, sempat gak konsentrasi ngerjain soal karena perutku sakit dan ingin BAB. dan akhirnya aku minta izin ke pengawas. sempat d WC aku kira2 +/- 15 menit. banyak halangan saat snmptn. tapi alhamdulilah aku lulus SNMPTN dengan nilai grade lumayanlah 51%an.walau itu menurutku belum dan jauh dari sempurna, tapi aku sudah bersyukur kpd Allah ^^
kuliahpun terjadi, minggu pertama, aku mulai semangat belajar. nah bulan selanjutnya, ntah kenapa, ada2 aja yang membuat aku jadi malas belajar. ntah apalah taktiknya. dan saat itu, nilaiku sempat hancur, karena aku gak ada belajar. palingan aku belajar sehari sebelum ujian. dan itupun aku belajar gak sampai satu jam. udah tu aku tidur atau buka jejaring sosial. tapi pas hasil ujian keluar. alhamdullilah aku cukup senang, karena nilaiku separoh bagus d atas B dan seperempat cukup yaitu d atas C. dan satu lagi gak memuaskan. bagiku, itu sih adalah nilai yang sangat buruk yang pernah aku rasakan. tapi cukup puas karena aku gak ada belajar. dg materi yang yg bertumpuk2 tebal tapi aku sedikit mampu mendapat nilai yang cukup bagus. dan malahan, aku bersyukur d hadapi masalah seperti ini. karena, "tanpa masalah orang tidak akan maju, tapi dengan masalah orang bisa sukses". dan smester ini insyaALLAH aku tidak seperti itu lagi. aku ingin belajar tapi gak terlalu d paksakan. aku ingin belajar santai tanpa beban seperti sma. aku ingin belajar sebelum ujian. shg pas ujian aku gak perlu belajar lagi. cukup mengingatnya kembali. aku tak ingin menghafal tapi aku ingin paham.
nah..ntah sejak kapan aku mulai melihatnya. dan tiap aku melihatnya, dan dia seolah2 mjd inspirasiku. d bilang ok, gak juga. d blg "hndsme" gak juga. tapi kepribadiannya itu yang membuat aku semakin ingin lebih mengenalnya. dan aku salutkan pada dia, ternyata banyak orang yang mengidolakan/menyukai dia dan mungkin ada yang dikatakan jatuh cinta. krena wajar saja, dia orangnya baik, ramah dan suka senyum. dia bagiku idola dari segala idola. tapi bagiku dia dinamakan "calon idola". d saat aku memikirkan bagaimana cara supaya aku dekat dan lebih mengenalnya, ehh.. ternyata dia udah dari dulu mengenal aku.... dalam hatiku berkata, " yess...aku senang..dan dia kok tau nama ku ya?^^ ". kisah ini mengingatkanku dg film a little think called love. dan alhamdullilah, apa yang aku pikirkan d dengarkan oleh Allah. walau sebenarnya mungkin ia tidak tahu kalau aku sebenarnya melihatnya. dan smoga saja dia tidak mengetahuinya. karena aku tidak ingin dia tahu. karena ku takut ia menjauhiku nantinya (lebay-red). masalah jatuh cinta, jujur, aku belum pernah jatuh cinta. tapi kok kata temanku aku itu udah jatuh cinta ya?? ahh..padahal nggak lo.. >,< kalau iya jatuh cinta, emang definisi jatuh cinta itu apa?
hmm,yang jelas, dia telah menjadi inspirasiku. walau sebenarnya ia tidak mengetahuinya dan lebih baik dia tidak mengetahui. dia telah menyadari aku yang dulu bagaimana. walau sebenarnya secara langsung gak ada hubungannya. dia inspirasiku karena ia pintar,baik,ramah^^
Oleh Darma Panca Wulan
Penulis lahir di Pekanbaru, 24 MAY 1998. Bersekolah di SMP Nurul Falah Pekanbaru.
Bila Anda Ingit Curhat dan ingin di Publikasikan Send to darma_sucker66@yahoo.com
Sabtu, 16 Maret 2013 by trashwoyy · 0
Cerpen
Badut-Badut Sidang
Kamis, 14 Maret 2013 19:12 wib
(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)
Cerpen
Badut-Badut Sidang
Kamis, 14 Maret 2013 19:12 wib
(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)
(Ilustrasi: Feri Usmawan/Okezone)
“Tuan Hakim yang terhormat, saya yakin bahwa apa yang dikatakan Tuan itu adalah sebuah kekeliruan. Sudah saya ucapkan lebih dari 30 kali dan berdasarkan bukti-bukti yang ada bahwa saya bukanlah perampok toko milik Tuan tersebut. Saya kira pengacara dan saksi lainnya telah berbicara dengan gamblang dan tidak menandakan apapun pada saya tentang apa yang dituduhkan Tuan yang keliru itu."
Dalam sebuah persidangan laki-laki tertuduh perampok toko itu kembali menyangkal. Namun, pemilik toko bersikukuh dengan apa yang ia percaya, bahwa laki-laki yang duduk di kursi terdakwa itu adalah perampoknya.
Laki-laki tertuduh itu pun telah kehabisan kalimat-kalimat penuh fakta-fakta. Sudah lebih dari satu jam mereka sangkal-menyangkal. Kalimat-kalimat semacam “saya bukan perampoknya” atau “bukan saya perampoknya” atau “perampoknya bukan saya” meluncur. Hakim pun coba menerangkan kepada pemilik toko itu bahwa ia tak punya bukti yang cukup untuk menjatuhkan vonis kepada terdakwa.
“Apalagi yang harus saya katakan, Tuan Hakim! Saya tidak merampok!”
“Dia berbohong, Tuan Hakim!”tukas pemilik toko.
“Lalu kejujuran itu yang bagaimana?”balas terdakwa.
“Mengaku bahwa kau perampoknya!”
“Sinting!”
“Mulutmu kotor mirip perampok!”
“Seharusnya kutembak saja kepalamu waktu itu!”
Hakim, pengacara, jaksa, dan pemilik toko, serta hadirin lainnya terhenyak ketika laki-laki itu mengatakan kalimat terakhirnya. Laki-laki itu pun terkejut pada apa yang ia katakan. Ia salah bicara. Cepat-cepat ia meralatnya.
“Ah, maksud saya seandainya saya merampok pasti kepalanya akan saya tembak. Begitu maksud saya.”
Entah bagaimana hakim itu pun memutuskan untuk menjebloskan laki-laki itu ke dalam penjara. Pengakuan seperti itu memiliki nilai kekuatan hukum yang lebih tinggi bahkan melebihi saksi atau bukti otentik. Pengadilan itu pun selesai dengan putusan hukuman kurungan bagi laki-laki itu selama 30 tahun
Kata yang dapat mewakili nasib laki-laki itu mungkin adalah sial. Padahal ia baru saja pindah ke kota ini sebagai buruh maskapai perkapalan di pelabuhan. Niat untuk mengubah nasibnya ke kota ini memang telah terlaksana. Nasibnya sebagai orang miskin berubah menjadi seorang tahanan. Ada juga beberapa keberuntungan baginya bahwa ia tak perlu membayar kamar yang telah disewanya sejak seminggu yang lalu. Ia tak perlu bekerja dengan besi-besi tua atau kilau api dari sumbu las yang sewaktu-waktu dapat membuatnya buta.
Kini ia mendekam di penjara dan sungguh pikirannya berada di antara beruntung dan tidak beruntung. Tapi sesungguhnya ia merasa tidak beruntung.
Benar saja apa yang ia bayangkan tentang penjara dari buku-buku cerita dan cerita-cerita dari mulut ke mulut. Penjara mungkin sebuah tempat setan atau binatang atau monster yang menyaru sebagai manusia. Ia lihat orang-orang melihatnya dengan tatapan paling jahat dan penuh curiga. Tatap yang menempatkannya pada suatu tempat di mana ia kehilangan jati dirinya sebagai manusia.
Ia lihat berbagai wujud orang-orang yang kadang-kadang terlihat seperti binatang, yang kadang-kadang terlihat seperti seorang filsuf. Demi Tuhan, ia yakin bahwa ia telah pergi ke sebuah tempat yang bukan bagian dari bumi, mungkin semacam planet, bintang, atau bagian lain dari neraka. Hal yang pertama kali ia dapatkan adalah pertanyaan, “Apa yang telah kau lakukan?”
Sebuah pertanyaan yang hanya malaikat saja yang pantas menanyakannya. Sebagaimana Tuhan yang dapat menentukan derajat seorang manusia, jawaban dari pertanyaan itu pun akan menentukan di mana seseorang memiliki derajat kemanusiaannya atau lebih tepatnya derajat kejahatannya.
Laki-laki itu pun menjawab, “Saya salah bicara.”
Sebagaimana yang ia baca di buku-buku cerita atau cerita dari mulut ke mulut bahwa kaki seorang tahanan akan dirantai dan dikaitkan dengan bola baja yang berat. Begitu pulalah yang terjadi pada dirinya. Ia bekerja selayaknya pekerja paksa.
Setiap pagi ia harus bangun dan dibawa ke sebuah tambang batu bara. Di sana ia bekerja selayaknya pekerja paksa. Cambukan cemeti kerap kali ia dapatkan ketika ia merasa letih dan ingin sedikit berleha-leha. Selama lebih dari dua tahun ia bekerja seperti itu.
Setiap hari di kamar tahanannya ia menggambar pagar-pagar sebagai penanda waktu. Setiap empat batang pagar yang berdiri ia ikat dengan pagar melintang. Gambar pagar itu pun memanjang meskipun belum memenuhi salah satu bagian dari dinding kamar tahanannya. Tapi pagar-pagar itu cukup untuk membuatnya bahagia.
Ya, harapan itulah kebahagiaannya dan dari gambar pagar itulah harapannya muncul. Kelak suatu hari nanti, ketika gambar pagarnya tersebut banyak dan tak akan bisa ditambah lagi, maka saat itulah ia mendapatkan kebahagiaannya, kebebasannya.
Sudah empat tahun ia berada di rumah tahanan itu.Tepat di tahun keempat itu ia bertemu seorang tahanan baru. Segala gelagat orang baru itu menandakan bahwa ia bukanlah orang yang baru masuk tahanan alias orang yang pernah ditahan.
Betapa terkejutnya laki-laki itu ketika melihat orang baru itu. Ia seperti melihat cermin yang jernih. Orang baru itu mirip betul dengan dirinya. Demi Tuhan, betapa orang baru itu mirip betul dengan dirinya. Juga sebaliknya, orang baru itu pun terkejut dengan apa yang ia lihat.
“Si-siapa kau? Apakah kau bagian dari diri saya?”
“Siapa kau? Apakah kau bagian dari diriku? Apa yang kau tanyakan?”
Entah kebetulan atau memang direncanakan oleh Tuhan, mereka berdua begitu mirip atau mungkin sama, serupa, atau kembar. Yang menjadi pembeda ialah rambut orang baru itu yang panjangnya sebahu. Seperti sepasang kekasih, laki-laki itu menyentuh pipi orang baru itu, begitu pun sebaliknya. Mereka rasakan kulit yang sama, kulit yang agak kasar dan kemerah-merahan itu.
“Apakah ibumu bernama Dumblemin?”
“Tentu saja bukan. Ibuku bernama Gogo.”
“Lalu?”
Mereka berdua segera menyimpulkan bahwa segala kemiripan itu ialah sebuah kesalahan genetika atau rencana Tuhan yang sungguh tak mereka ketahui. Mereka pun banyak bercerita bahkan semakin merasa bahwa mereka adalah satu atau memiliki pertautan darah. Di penjara itu mereka dijuluki Si Kembar Godumb, gabungan kedua nama ibu mereka.
Hingga suatu hari sebuah pertanyaan malaikat yang lupa mereka tanyakan akhirnya muncul, “Apa yang telah kau lakukan?”
Gogo—anggap saja nama asli laki-laki itu—bercerita mengapa ia sampai di sini sebagai tahanan. Tak lain karena ia merampok sebuah toko, bukan sebuah sebenarnya. Tapi banyak toko yang ia rampok. Tak lain penyebab ia merampok ialah keluarganya yang miskin. Dan saat ini ia tak tahu bagaimana keadaan anak dan istrinya.
Ia beranggapan bahwa anak dan istrinya sudah meninggal karena kelaparan atau istrinya menikah dengan saudagar kaya—ia anggap itu lebih baik. Baginya merampok ialah cara bertahan hidup, maka tak ada satu pun dari perbuatannya yang ia anggap salah.
“Bukankah salah dan benar itu tak ada, Saudaraku? Yang ada hanyalah orang jahat dan orang tidak jahat. Bagaimana pun yang ada di sini ialah orang jahat dan orang sial. Orang jahat akan tetap jahat sementara orang sial dikutuk untuk tetap sial. Ha-ha-ha.”
Dumblemin—sebut saja begitu—bercerita tentang peristiwa di pengadilan itu, ketika kesalahucapannya mengakibatkan ia harus menjalani hukuman selama. Cerita yang menunjukan bahwa ia bukanlah perampoknya.
“Sore itu pulang dari pelabuhan dan hendak membeli roti di toko Hamham. Tiba-tiba banyak polisi di sana dan tiba-tiba pemilik toko menyebut saya sebagai perampok tokonya. Saya pun ditangkap. Saya ingat betul hari itu, bulan tiga tanggal ketujuhbelas.”
“Toko Hamham di kota Bagbag jalan Pasingdek? Empat tahun yang lalukah? Itu tanggal kelahiran Gogo, ibuku. Oh, Tuhan, maafkan dosaku dan dosa Gogo. Aku yang merampok toko itu! Oh, Tuhan, ampunilah aku!”
Demi Tuhan, laki-laki yang beribu Dumblemin terkejut atas pengakuan laki-laki—yang dianggap—saudara kembarnya itu. Ia mendapat kunci atas pintu kebebasannya yang ia tunggu. Kunci itu ada di hadapannya, ada pada seseorang yang telah ia anggap sebagai saudara. Puji Tuhan, kebahagian muncul dari matanya yang berkilauan.
“Aku butuh pengadilan dan pengakuanmu.”
“Kau pantas mendapatkannya.”
***
Persidangan atas perkara empat tahun yang lalu pun digulirkan kembali. Hakim itu pun terlihat malas memimpin persidangan. Apalagi si pemilik toko yang sudah tidak menjadi pemilik toko karena tokonya bangkrut satu tahun yang lalu.
Dumblemin yang bersemangat menghadapi kebebasannya berjalan menuju ruang sidang. Gogo dan Dumblemin bersama-sama masuk ruang sidang itu dengan pintu yang berbeda. Dumblemin melihat sesuatu yang aneh dari Gogo. Ia lihat rambut Gogo dipotong hingga mirip betul dengan dirinya, tak dapat dibedakan lagi. Firasat buruk melintas di kepala Dumblemin.
Hakim, pengacara, jaksa, hadirin, dan pemilik toko yang tak lagi menjadi pemilik toko pun terkejut atas hal yang terjadi di ruang sidang tersebut. Mereka melihat dua orang yang sama, tidak bisa lagi membedakan yang mana yang A dan yang mana yang B.
“Tuan Hakim yang terhormat, dalam sidang ini saya membawa sebuah bukti yang sangat otentik yang mengarah pada pembebasan saya sebagai tahanan. Tak lain ialah seseorang yang sebenarnya telah merampok toko milik tuan itu empat tahun yang lalu. Dialah orang yang ada di sana!”
“Ah, ini tidak mungkin orang itulah perampoknya! Ini rekayasa! Aku adalah anak dari Dumblimin, seorang buruh maskapai perkapalan di pelabuhan empat tahun yang lalu!”
“Ah, ini tidak mungkin! Sangat tidak mungkin! Ah, Bagus betul Saudara berkelit dan menyamarkan identitas Saudara sebagai saya. Saya adalah anakdari Dumblimin yang lahir tanggal keenambelas bulan delapan, seorang buruh maskapai perkapalan di pelabuhan yang pindah dari kota Cun ke kota Bagbag ini.”
Dua orang yang sama itu pun berdebat tentang identitas mereka. Sudah satu jam mereka berebut identitas. Mereka sama-sama mengakui bahwa mereka adalah anak dari Dumblimin dan seorang buruh maskapai perkapalan di pelabuhan. Dua orang yang sama itu pun berdebat tentang keabsahan data yang mereka miliki.
“Tuan Hakim, saya tahu betul kebiasaan saya setelah mandi pagi!”
“Aku tahu betul kebiasaan ibu, bapak, dan saudara-saudaraku setelah mereka mandi pagi!”
“Saya yang memberitahumu! Ah, Tuan Hakim, saya ingat betul makanan favorit ibu, bapak, dan saudara-saudara saya, yaitu roti bawang!”
“Astaga! Makanan favoritku kentang dengan serpihan kacang almond.”
“Itu makanan favorit saya!”
Entah siapa yang benar-benar menyamar atau siapa yang sebenarnya. Hakim merasa bahwa ia bukanlah orang penting dalam persidangan itu dan pemilik toko yang tidak lagi memiliki toko itu pun merasa persidangan itu tidak penting lagi baginya. Hakim itu menyuruh pemilik toko memilih di antara dua orang itu siapa yang merampok tokonya yang telah bangkrut itu.
Si mantan pemilik toko pun memilih salah satu di antara mereka tanpa pertimbangan dan alasan yang jelas. Sekonyong-konyong ia menunjuk salah satu di antara mereka.
Demikianlah, telah terpilih orang yang dinyatakan salah dan sial oleh hukum dan takdir. Ia diseret oleh petugas pengadilan menuju tahanan. Ia berteriak-teriak seperti anjing sakit sambil menujuk-nujuk muka mantan pemilik toko itu.
“Seharusnya kutembak saja kepalamu waktu itu!”
Demikianlah, di sekitar hukum orang jahat akan tetap jahat sementara orang sial dikutuk untuk tetap sial. Setelah persidangan, laki-laki itu pun kembali ke kamar tahanan dan menggambar pagar-pagar di dinding kamar tahanannya. Ia bayangkan betapa suatu saat akan penuh gambar pagar-pagar di dinding kamar itu. Ia masih punya dua puluh satu tahun lagi.
Lelaki itu kini tak peduli lagi dengan kemiripan. Kemiripan-kemiripan itu ia anggap sebagai cobaan yang muskil. Kemiripan-kemiripan itu ialah takdir dan rekayasa genetika yang akan membuat kesialannya tumbuh kekal. Ia tak percaya lagi pada kebebasan dan hal-hal lainnya di sekitar hukum.
Oleh Langgeng Prima Anggradinata
Penulis lahir di Bogor, 6 Desember 1987. Bergiat di Komunitas Seni Rumah Akasia dan Arena Studi Apresiasi Sastra ASAS Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung sebagai ketua.
(Bagi Anda yang memiliki cerita pendek dan bersedia dipublikasikan, silakan kirim ke alamat email: darma_sucker66@yahoo.com)
by trashwoyy · 0
Tole kecil bertanya pada ibunya…
Tole : bu,kata guru agama tole,
Ciuman itu haram ..
Tapi Tole rasa pak guru salah…
Pak guru salah kan bu???
Ibu : pak guru gak salah tolee….
Ciuman itu memang haram…
Tole : ahh ibu boong…
Ciuman itu harum bu…bukan haram.
Ibu : kata siapa???
#nada marah
Tole : kata temen papa..
Buktinya kemarin waktu ibu dicium temen papa…
Temen papa bilang gini…
“hmm.. Bibir kamu HARUM sayang…!”
Ibu : huss… Nih uang 20 rb…
mulai sekarang katakan ciuman itu haram..
Tole : iya deh bu…
Yg harum sekarang duitnya…
#ngeloyor sambil nyiumin duit
by trashwoyy · 2
