Jumat, 24 Mei 2013
Seiring dengan lancarnya distribusi naskah soal ujian nasional (UN)
untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, UN SMP/MTs dan yang
sederajat dilaksanakan secara serentak, sesuai jadual yang sudah
ditetapkan, yaitu Senin 22 April 2013 s.d. 25 April 2013. Dengan
lancarnya penyelenggaraan ujian nasional tingkat SMP/MTs ini maka
polemik pengunduran pengumuman UN tidak ada. Dengan demikian Jadwal
Ujian Nasional SMP/MTs 2013 tidak mengalami perubahan yakni tetap pada
jadwal resmi 1 Juni 2013.
Berikut ini kami sampaikan kegiatan ujian nasional:

Jadwal Ujian Nasional SMP/MTs 2013
| No | Mata Pelajaran | Soal | Waktu | Tanggal |
| 1 | Bahasa Indonesia | 50 | 120 menit | 22 April 2013 |
| 2 | Bahasa Inggris | 50 | 120 menit | 23 April 2013 |
| 3 | Matematika | 40 | 120 menit | 24 April 2013 |
| 4 | Ilmu Pengetahuan Alam | 40 | 120 menit | 25 April 2013 |
Setelah ujian SMP/MTs dilaksanakan maka panitia melaksanakan serangkaian kegiatan mulai dari pemindaian hasil UN 2013 s.d. pengumuman hasil ujian nasional. Berikut ini kami sampaikan ilustrasinya:
Kegiatan Lanjutan dan Pengumuman UN SMP/MTs 2013
| No. | Kegiatan | Penanggung Jawab | Tanggal |
|---|---|---|---|
| 1 | UN Susulan SMP/MTs dan SMPLB | Penyelenggara UN Satuan Pendidikan | 30 April 2013 – 4 Mei 2013 |
| 2 | Pemindaian SMP/MTs, SMPLB, Program Paket A/Ula, dan Program Paket B/Wustha | Dinas Pendidikan Provinsi | 22 April-10 Mei |
| 3 | Pengiriman hasil pemindaian SMP/MTs dan SMPLB ke Pusat | Dinas Pendidikan Provinsi | 11 Mei 2013 |
| 4 | Verifikasi dan penskoran nilai SMP/MTs dan SMPLB di Pusat | Penyelenggara Pusat | 12-15 Mei 2013 |
| 5 | Mencetak dan mendistribusikan blangko surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) ke provinsi dan luar negeri | Penyelenggara Pusat | -- |
| 6 | Pengiriman nilai SMP/MTs dan SMPLB dari Pusat ke Dinas Pendidikan Provinsi | Penyelenggara Pusat | 26 Mei 2013 |
| 7 | Pencetakan dan distribusi DKHUN SMP/MTs dan SMPLB oleh Dinas Pendidikan Provinsi | Dinas Pendidikan Provinsi | 27-30 Mei 2013 |
| 8 | Pengumuman kelulusan SMP/MTs dan SMPLB di satuan pendidikan | Penyelenggara UN Satuan Pendidikan | 1 Juni 2013 |
| 9 | Pengisian dan distribusi SKHUN SMP/MTs dan SMPLB oleh Dinas Pendidikan Provinsi | Dinas Pendidikan Provinsi | 1-14 Juni 2013 |
Demikian jadwal pengumuman ujian nasional SMP/MTs 2013 kami sampaikan, semoga bermanfaat dan sukseslah ujian nasional bagi siswa dan penyelenggara. Amin Ya Rabbal Alamin!
Sumber:
- Kemdikbud
- Bsnp
Jumat, 24 Mei 2013 by trashwoyy · 0
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
mengumumkan hasil akhir Ujian Nasional 2013 untuk tingkat sekolah
menengah atas dan sederajat.
"Walaupun pada pelaksanaan UN
sebelumnya ada penundaan di 11 provinsi, kami bertekad pengumuman hasil
UN ini tidak boleh tertunda juga. Kami sudah bisa merampungkan ini dan
mudah-mudahan besok sudah bisa diumumkan di daerah-daerah dan di
sekolah-sekolah," kata M. Nuh di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kewenangan terkait teknis atau cara pengumuman hasil UN diserahkan penuh oleh Kemendikbud kepada pihak sekolah.
"Kami
tidak mengatur tentang itu, boleh pakai amplop atau boleh juga dengan
mengundang orang tua murid. Itu bagian dari kewenangan sekolah
masing-masing," ujarnya.
Mendikbud memaparkan bahwa jumlah
peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012--2013 adalah 1.581.286 siswa, dan
siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang
tidak lulus berjumlah 8.250 siswa.
Hal itu, kata dia, menunjukkan tingkat kelulusan UN SMA/MA tahun ini mencapai 99,48 persen, dan persentase ketidaklulusannya adalah 0,52 persen.
"Berarti persentase kelulusan tahun 2013 ini turun 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,5 persen," jelasnya.
Selain
itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa
yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang
tidak lulus berjumlah 601 siswa.
"Berarti tingkat kelulusan
untuk UN SMK tahun ini juga sangat tinggi, yaitu 99,95 persen sehingga
yang tidak lulus hanya 0,05 persen. Tingkat kelulusan ini pun lebih
tinggi 0,23 persen dibanding tahun 2011 yang hanya mencapai 99,72
persen," paparnya.
Dia mengatakan kriteria kelulusan peserta
didik pada UN ditentukan dengan penentuan nilai akhir untuk kelulusan
terdiri dari 60 persen nilai dari UN dan 40 persen nilai sekolah.
"Peserta
didik SMA dan sederajat itu dinyatakan lulus UN jika nilai akhir
rata-rata paling rendah 5,5 dan nilai tiap mata pelajaran paling rendah
empat," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Nuh menyampaikan bahwa provinsi yang mengalami tingkat ketidaklulusan paling tinggi adalah Aceh,
yaitu sebesar 3,11 persen. Kemudian, menyusul di posisi tertinggi kedua
adalah Provinsi Papua dengan tingkat ketidaklulusan 2,85 persen.
"Sehingga di Aceh ada 1.754 siswa yang tidak lulus dari 56.000 siswa peserta UN," katanya.
Sumber : antaranews.com
by trashwoyy · 0
Hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan seluruh warga SMA se
Indonesia yang jumlahnya 1,5 juta jiwa, yang telah mengikuti perhelatan
ujian nasional di pertengahan bulan April yang lalu dan hari ini adalah
peresmian perubahan status mereka dari siswa SMA menjadi alumni SMA dan
tahapan berikutnya mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi.
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh, jumlah kelulusan SMA
tahun ini sebesar 99,48% sebagaimana kutipan pernyataannya, bahwa jumlah
peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012–2013 adalah 1.581.286 siswa, dan
siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan
yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa. Jumlah ketidaklulusan mencapai
0,52%
Selain
itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan
siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan
yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.
Dibandingkan tahun
sebelumnya, terjadi penurunan tingkat kelulusan siswa SMA dan tahun ini
ada kenaikan jumlah lulusan siswa SMK. Seandainya dibeberkan bukan
persennya, tetapi jumlah siswa SMA/SMK dari tahun ke tahun berapa yang
mengikuti UN serta tidak mengikuti UN, sebab tidak mengikuti UN juga
merupakan faktor ketidaklulusan suatu sekolah, saya pikir informasi
tersebut masih bersifat seadanya. Tidak ada upaya perbaikan mutu
pendidikan di era kebangkitan zaman ini, di tengah kontroversi masih
perlunya UN atau tidak sepertinya tahun depan hal demikian masih terus
terjadi dan terus berulang.
Sebagai bagian
ritual dari suasana persekolahan, ada rekrutmen baru yang fenomenal
dengan penjualan bangku dan cadangan diakhiri dengan Kelulusan Siswa
yang didahului dengan Ujian Nasional terpusat sepertinya sudah menjadi
tradisi turun-temurun dengan berganti-ganti nama atau sebutan. Akankah
negara yang kita cintai dan banggakan ini, masih mempertahankan tradisi
yang sudah tidak lagi diminati negara lain sebagai indikator kemajuan
zaman atau peningkatan? Apakah ini masih disebut pembangunan?
Jika dikatakan
untuk mengukur, bukankah pengukuran yang dilakukan sektoral oleh sekolah
(terutama melalui guru-gurunya) cukup memadai? Jika disebut bahwa
tujuan Ujian Nasional untuk memetakan sekolah-sekolah maju, menengah dan
mundur dari mutu sekolah yang berarti mutu pendidikan? Bukannya lebih
tepat survey bulanan, serta laporan dari supervisor mutu sekolah setiap
mingguan lebih efektif dibandingkan ujian nasional?
Yah sekali lagi,
kepentingan tertentu lebih menguat dibandingkan kepentingan yang
sebenarnya sebagaimana pendapat Prof. Tilaar tentang pencapaian mutu
pendidikan dan proses memperolehnya.
Tetapi yang
penting, bahwa lulus SMA bukan berarti selesai sudah perjuangan para
generasi penerus tunas-tunas bangsa melainkan terus melanjutkan
pendidikan hingga mereka menjadi organ-organ pelengkap sampai menjadi
organ-organ penting dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, berbangsa,
bernegara yang bertujuan mencapai keadilan bersama, kesejahteraan
bersama yang bermartabat dan terpuji di mata seluruh bangsa.
Selamat Merayakan Kelulusan SMA/SMA tahun 2013, panggilan negeri menanti Anda wahai Pemuda Pemudi Indonesia !
by trashwoyy · 0
Senin, 20 Mei 2013
Senin, 20 Mei 2013 by trashwoyy · 0
Senin, 15 April 2013
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh
meminta maaf kepada seluruh siswa di wilayah Indonesia tengah yang
batal mengikuti Ujian Nasional (UN) hari ini. Sebelumnya siswa yang
berada di 11 provinsi gagal mengikuti UN karena percetakan yang
memproduksi soal mengalami permasalahan teknis.
"Khusus untuk
yang di 11 provinsi, kita lakukan pergeseran. Dengan berat hati, saya
mohon maaf sebesar-besarnya, saya sekali lagi mohon maaf," kata M Nuh usai menyaksikan pengambilan soal UN di SMAN 3 Setia Budi, Senin (15/4).
Akibat
permasalahan percetakan ini, lanjutnya, UN siswa SMA dan sekolah
setingkat di 11 provinsi diundur hingga Kamis (18/4). "Jadi kami geser
pada hari Kamis besok. Karena soalnya memang berbeda," jelasnya.
Seperti
diketahui, 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK di Wilayah Indonesia Tengah akan
mengalami pergeseran pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dari Senin 15 April
besok menjadi Kamis 18 April 2013. Hal ini lantaran soal ujian yang
belum juga tiba di masing-masing rayon.
Mohammad Nuh mengatakan
keterlambatan naskah soal UN 2013 ini terjadi karena ada kendala teknis
dari percetakan yang diserahi kewajiban untuk menyelesaikan paket soal
untuk zona Indonesia Tengah.
"Target penerimaan naskah pada H-3
pelaksanaan tidak tercapai," ujar Nuh saat jumpa pers di gedung A
Kemendikbud, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (14/4).
Nuh tegaskan
persoalan tersebut murni karena teknis. "Ini murni persoalan teknis dan
itu ada di percetakan. Kami akan langsung memberitahukan dan
mengirimkan jadwal pada daerah yang digeser," tuturnya lagi.
Sebelas
provinsi di Indonesia Tengah yang mengalami keterlambatan pengiriman
soal yakni Sulawesi Selatan, Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat,
Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi
Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Sementara
untuk 22 provinsi tetap digelar sesuai jadwal pada 15 April.
"Hanya 11 Provinsi saja yang digeser jadwalnya. 22 Provinsi tetap sesuai jadwal," jelas Nuh.
Senin, 15 April 2013 by trashwoyy · 0
